Author Archive

Perang Mahabarata tengah berlangsung. Arjuna tiba-tiba mogok, mundur dari medan laga. Ksatria tampan ini memilih jadi pengemis daripada membunuh Bistama, sang kakek, dan Durna, sang Guru serta saudara-saudaranya hanya untuk tanah.

Krishna, sepupu sekaligus sais kereta perangnya saat itu, kaget. “Are you Nuts? Gendeng!” Sudah mau perang, di tengah arena,.. baru berfikir tentang persaudaraan.

Krishna bertutur. Tentang keadilan untuk sesama Cassanova India ini. Malcom X pun menuturkan hal yang sama. He said kurang lebih seperti ini, “Nobody can give you equality or justice or anything. If you are a man, you take it!” Raga hanya pinjaman dengan dosa. Bila seorang terbunuh, menurut kepercayaan Hindu, jiwanya tetap ada dan mengambil raga lain.

Tugas Brahmana untuk belajar dan mengajar. Tugas Ksatria untuk mengatur dan perang. Tugas Waisya untuk berdagang. Yang kasian, tugas Sudra,…jadi pegawai tetap, hiks!

Ksatria seperti para samurai Jepang. Lebih baik bagi mereka harakiri daripada menyerah kalah. Seorang Arjuna saat itu hanya mengingatkan pada peran Paris di perang Troya. Meski peran Paris lebih buruk, demi kegilaannya kepada Helena, dua sejoli ini memicu perbudakan bangsanya dan terbunuhnya saudaranya. Yang ngga adil, kok Paris ga mati ya!!!!!

Yup. Balik lagi ke Arjuna si bimbang. Krishna memberikan wejangan lagi. Manusia hidup dengan karma. Kewajiban untuk melakukan tugasnya. Bila seseorang mengingkari, dia ibarat sebuah batu yang hanya diam. Coba ingat pepatah Jawa. Wong sadermo nglakoni.

Adalagi, Wong urip mung bisane nrimo. Menerima. Jangan mengartikan sekenanya dengan hidup seperti babi, bermalas-malasan, dan berhenti berinovasi. Menerima, berarti juga berteriak saat haknya belum diterima. Berterimakasih setelah menerima.

Perang ini,… muncul dari kisah sedih, kecerobohan Yudhistira, dan ketamakan Duryudana. Yudhistira kalah taruhan dari Sengkuni atas nama Duryudana. Duryudana pun dapat semua tanah pandawa yang terletak di Kurusetra berikut keempat adiknya dan Drupadi jadi budak Duryudana. Kesepakatan mereka, empat pandawa dan istri (Drupadi) harus dipengasingan selama 12 tahun. Setelah itu Duryudana akan mengembalikan lagi tanah mereka. Kemudian Kurawa ini ingkar. Pandawa mengutus Krishna untuk bernegosiasi. Gagal. Krishna pun memprovokasi untuk perang.

Sambil Krishna memberi wejangan. Vedya mengabadikan penuturan Manusia terlengkap dengan enam belas sifat ini dalam buku yang sekarang terkenal dengan Gita, salah satu buku suci kaum Hindu.

Comments No Comments »

Nora,… miss you

where have you been,…

lama ngga nongol di YM. Nora,…..

 

suddenly,… gadis berjilbab datang menghampiri

hantunya Nora. karena dia berada ribuan kilo jauhnya,…

hantu penuh senyuman, kadang diledek kejayusan,..

but guys, she is the sweatest girl God already made!

just string the guitar, she will sing so,…

just make a barbecque,..she will be the chef,…

 

just, wait me dear,…sweat,…

then cook for me,…(he…he…he…)

 

Once more a ghost came,..in the midlle afternoon

satu ketika dia muncul di Friendster,..

satu kali di YM,..nun lama, nun ribuan hari lalu

satu kali di email,…

satu kali di Tagg,…

muncul,…dan datang, tanpa diantar tanpa dijemput (jaelangkung kali) whakkakakakak,… Dian Pertiwi lah namanya….

Dian Per,…if you just read this accidently,…

tell Vivi, I miss her…..

go to her home  …….

ask Yenny, too,… to cook together,…

 

for a while,…may be i will cook in here

it will international food festival januari tahun depan

4 makhluk indonesia di JNU tahun ini: Marta, Echa, Romi, dan Irfa

kami ngga pandai memasak,….

but, we’ll try…may be kita goreng ote-ote,..he…he…he…

 

teman sekelas,..Rajeev dan Rohan pandai Memasak,…

mungkin,…Meha, Rohit dan Irfa bakal bantu mereka buat masak di Piaz Zar,…

mungkin,…bentar lagi ku bakal telepon Mama,…buat ngirim juga sambal pecel Blitar,…

trus kubeli sayuran di munirka……

ngga ada tahu dan tempe di sini,..hiks,….

tapi kita masi punya peyek tanpa kedelai,…

so,…kita bakal bikin pecel di Munirka di flatnya pasangan Thailand,….

meski kata Romi, sebaiknya kita masak orak-arik saja yang ngga bikin dia kepedesan,… 

memasak dan makanan,…

norma paling universal di dunia,…

Comments No Comments »

ngga tahu. apa boleh membuka rahasia hidup. aku punya rahasia.

aku   punya    rahasia

aku gentong

terbuat dari marmer

yang kelebihan muatan,

dan ngga ahli pecah dari mana

 

sayangnya,

gentong ini ngga punya buka’an pintu

kuncinya terletak pada bahasa

yang entah sembunyi di mana

 

biarkan air merembes di celah-celahnya

apapun yang keluar akan masuk

aku buat mereka

mereka buatku 

entah berbeda entah sama, itupun jadi perdebatan

 

aku takut, terlalu besar rahasianya, gentong ini seperti mau pecah

tapi ngga tahu pecah darimana

(semakin tua, marmer semakin kuat)

Comments No Comments »

NOp. Jangan parno.

mungkin seperti ini rasanya mati. di hostel Yamuna di JNU, hidup serasa surga. o.k. ada nerakanya juga, sedikit. sedikit. apapun keinginan semuanya terpenuhi. i got fredom for full expression. serasa semua yang pernah kulakukan, semuanya kembali berlipat-lipat. semuanya berlimpah dari Tuhan.

pernah denger katanya leluhur dan saudara yang telah meninggal, kadang mereka hadir dikala sedih? dikala senang? dikala kita mengalami peristiwa-peristiwa mengesankan?

nah, mungkin seperti itu rasanya hidup di perantauan, tanpa kubisa menyentuh mereka. tanpa bisa kumenyapa kawan-kawan, keluarga (blitar, surabaya, lumajang, malang, jakarta dimanapun berada), dan sahabat.

irfa masi bisa tahu kabar mereka melalui kecanggihan teknologi informasi. keluarga pada keliling nusantara: lampung, wajak, lumajang, surabaya, blitar. kawanku dan kolega menikah. sahabatku malahan juga mau menikah. jadi tahu pas kakakku tersayang lagi sedih.

kadang kita masih bisa berkomunikasi dengan mereka. Dekat, tapi merasa nun jauh di sana. seakan memiliki kapasitas terbatas untuk berhubungan. memiliki dunia yang telah berbeda.

namun bedanya (hidup di luar negeri dan mati),… ngga mungkin kan marah sama orang yang uda meninggal? yang ngingetin irfa, ada sahabat di Indo yang lagi marah sama irfa. (padahal barusan maaf-maafan di lebaran, heiiii….. inisial G, ngerasa nggak?????). Ge Ge? Jangan marah lagi dong. ghyieeeeee,………. Whoi!

ada lagi. kalo ‘ruh’, kiriman dari dunia adalah doa. kalo hidup di luar negeri, ‘kirimannya’,…adalah..he….he…he… doa dan tau sendirilah. kiriman lewat pos dan Bank….wha…ka….ka….kak…..

Comments 1 Comment »

yahhhh… tadi mau nulis apa???

Ieeehhh,..gara-gara loading blog na lama. jadi ilang deh. inilah yang bikin agak sebel kalo bikin blog lwt fs. lama ga menyapa kalian dari sini.

jadi pengin nulis tentang ketakutanku jadi dewasa. ini masa lalu. jadi bisa kuceritakan sekarang. Its over. O V E R. Semuanya baek-baek sekarang. Damai, sebelum perang berikutnya he…he…he…

salah seorang kawan menanyakan shoutout sebelumnya, “mengapa takut jadi dewasa? itu kan proses?”

masalahnya waktu pikiranku masi bebal dulu, ngga ngerti proses seperti apa. apakah menjadi tambah satu dua usia. yang menjadi ketakutan, bila kita tidak tahu apa yang kita hadapi. kesimpangsiuran membuat bingung.

dewasa, layaknya ‘hantu’. kita seakan takut, karena berbeda. karena ada perubahan, karena kita tidak tahu seperti apa esensi hantu. apakah karena penyakit scizo? apakah karena kita darah rendah sehingga mudah berhalusinasi? apakah karena memang ‘ada’?

yah, ngga perlu berdebat masalah hantu. yuk balik lagi ke ‘dewasa’. ‘dewasa’ bagi pakar biologis (pada taraf tertentu aspek ini ada di masyarakat muslim dan hindu) berarti telah waktunya,…. Yeahh..ngga perlu penjelasan, kalian uda ngerti kan.?

dewasa bagi masyakat umumnya, berarti mematuhi norma tertentu. Menjadi sebagaimana layaknnya seorang yang dewasa: mandiri, lebih bertanggungjawab, memiliki kemampuan memutuskan.

dewasa bagiku, berarti menjadi lebih mengenal diri sendiri. makanya, waktu proses itu berlangsung, aku jadi bertanya-tanya, seperti apa ’seorang irfa’ dari cermin lapisan lebih dalam. malunya,… aku takut pada diri sendiri.

Comments No Comments »

Once day after 8 August:
 

Akhir pekan tanggal 8 Agustus, Irfa bersama dua gadis dan satu pemuda lainnya pergi ke Agra. Ke mana lagi kalau bukan ke Taj Mahal. Caroline dari Colombia, dan Bellen. Satu pemuda, Amrish,  dari India. Kami berangkat pukul delapan pagi dari New Delhi Railway Station. Tiket kelas Sleeper sudah habis. Kami mau berhemat dalam perjalanan ini. Masih ada perjalanan lain yang akan ditempuh. Jadi kami memutuskan membeli tiket general bogey. Whe…he… kami berlari-lari dan melompat ke kereta saat kereta berjalan. Persis anak jalanan. Wow! Kami mulai berpetualang. Tidak sengaja, kami masuk ke kereta kelas satu. Kami sempat menghabiskan biskuit dan air mineral sebagai sarapan hari itu. Hm,….. lumayan bersih. Nah, seorang officer menegur kami meminta untuk kembali ke ‘tempat asal’. Jadi kami berjalan menuju sleeper. Kami sempat beberapa saat duduk sampai kami melewati statisiun Marutha, dua pertiga perjalanan. Officer lainnya melihat tiket kami. Kami pun menunjukkan tiket general bogey kami. Alhasil kami menurut untuk pindah ke general bogey tanpa udara. Wuiks,.. Serunya, kami merasakan tiga pengalaman kereta dalam berbagai kelas hanya dengan membeli satu tiket. (*_^)

Kami sampai pukul 12.00 di salah satu stasiun di Agra sebelum Stasiun Agra Kent. Kami mengantar Amrish, pemuda India itu untuk membeli obat untuk perawatan tulang punggung hormopodinya. Amrish bilang hanya 15 menit. Faktanya kami menunggu sampai satu jam.

Radhaswami, proyek sejarah India 100 tahun kedepan

Dalam perjalanan ke Taj Mahal kami sempat mampir ke situs historis lainnya. Radhaswami, suatu pura untuk radha, kekasih Krisna.  Radha adalah nama. Swami merupakan bahasa hindi untuk suami. Radhaswami adalah Krisna.

Krisna, dulunya adalah manusia, seorang raja. Seorang pria yang banyak dikagumi wanita pada zamannya. Krisna menikahi ribuan wanita secara formal, entah akhirnya mereka hidup bersama atau tidak. Istri utamanya ada tiga. Tebak siapa permaisurinya? Yang jelas bukan Radha. Dalam versi lainnya bahkan menyebut Radha adalah seorang kekasih. Krisna tidak pernah menikahi Radha.

Paulo Coelho melukiskan hubungan Radha – Krisna tersebut sebagai Zahir. Seorang belahan jiwa, dan pada taraf tertentu melebihi separuh jiwa. Ibarat gereja, udara yang mengisinya adalah Zahir. Mencintai Zahir seutuhnya berarti sadar untuk pembebasan. Bahagia akan kenangan Zahir, bahagia akan keberadaan Zahir, dan membebaskan Zahir untuk bahagia dimanapun berada. 

Pada dinding pura terdapat pahatan ajaran Hindu mengenai ikatan suami-istri. Ajaran tersebut termuat dalam cerita mengenai cinta Radha pada kekasihnya. Tulisannya dalam bahasa Sanskrit.
             

25 August 2008 (continue……)
Amrish membacakan ceritanya untukku. Sayangnya dia terlalu ambil keputusan dahulu untuk membacanya langsung dalam bahasa inggris. Padahal aku pengin banget mendengarkan dalam bahasa Urdu yang ditulis dalam sanskrit. Senangnya, seorang pengunjung lainnya memahami keinginanku dan dia membacakan untukku dalam bahasa Urdu. I was so happy.

Dalam versi bahwa Radha bukan istri menceritakan, Krisna setiap mengunjungi daerah dia (hampir) selalu menikahi seorang gadis. Bagi umumnya gadis dan keluarga dan relasi, menikah dengan Krisna adalah anugrah. Krisna selalu memilih gadis yang mirip dengan Radha. Mereka memuja poligami saat itu.  Mereka dulu juga memahami poliandri kalau melihat cerita seorang istri untuk seluruh pandhawa.
Kita bisa sampai berteorisasi. Mungkin radha ini bukan asli wanita. Kalau Radha, asli, wanita, dan asli manusia, pastilah Krisna menikahinya dan menjadikannya Permaisuri. Sepertinya Radha adalah penjelmaan sifat yang disukai Krisna pada wanita. Dengan kata lain, mengenai proyeksi wanita ideal dalam pandangan masyarakat India. 
Terbukti dari pahatan sanskrit di dinding pualam. Mereka menulis mengenai cinta Radha pada suaminya. Salah satunya tertulis, orang awam tidak dapat memahami cinta seorang Radha pada suaminya. Selalu setia. Merawat suaminya. Menjaga kesehatan dan nama baik suami. Mereka berharap seperti itulah seharusnya seorang istri.

Uniknya, di situs ini pengunjung tidak diperkenankan untuk memotret dan mengabadikan dalam bentuk apapun. Pengunjung harus menitipkan handphone, kamera dan alat perekam lainnya di pos masuk. Bellen sempat marah-marah dan mutung nggak mau masuk. Kemudian kami membujuknya dan diapun mau masuk.

Bangungan ini berarsitektur persia. Bangunannya pualam putih. Pahatan bunga pualamnnya lebih indah dari ukiran di Taj Mahal. Dari banyak segi, pura ini mirip masjid. Mereka melakukan rekonstruksi selama 83 tahun sebelumnya dan akan dalam konstruksi lagi seratus tahun mendatang. India dalam rangka membangun proyek ’sejarah baru’ untuk beberapa dekade mendatang. Dengan kabar bahwa pura Radhaswami ini peninggalan Mughal, maka orang bisa curiga dulunya tempat ini adalah masjid. 

Coba bayangkan seratus atau seratus lima puluh tahun mendatang, tertulis dalam salah satu buklet wisata India. “Radhaswami, ….pura… dibangun dalam lebih dari 8 periode pemerintahan mulai, PM …., PM Manmohan Lal, dan PM……. serta selesai pada tahun 2108.”

 

Taj Mahal, kami datang.

Too bad kisah Syah Jehan dan Mumtaz. Shah Jehan merupakan salah satu pewaris kekaisaran Mughal. Delhi sebelum menjadi ibukota India, bernama Shahajahand. Nama itu berkaitan dengan nama Syah Jehan, jadi wilayah Mughal termasuk India bagian utara.
Sang istri meninggal waktu melahirkan anaknya yang ke empat belas. Kabarnya mumtaz ini gendut. Salah seorang temanku yang ke sana pernah melihat jubah mumtaz. Sangat besar. he…he…he…. Aku sendiri nggak bisa melihat dimana sekarang jubah itu berada.   Jadi bagi cewek-cewek yang gampang melar. Pede aja. Cinta sejati nggak memandang perawakan.

Dan Syah Jehan membuktikan bahwa apapun TAK (Taj) MAHAL untuk membuktikan cintanya. Untuk memastikan bukti cinta tiada duanya dalam arti sangat riil, Shah Jehan memotong tangan arsitekturnya. Selain Masjid plus makam pualam, pun dia menghabiskan seluruh hidupnya memandangi makam istrinya. Tebak di mana? Pas di samping. Dalam sebuah bangunan megah, yang dibangun anaknya yang keempat untuk memenjarakan ayahnya setelah kudeta.
Dengan latar belakang yang ironis tersebut, Taj Mahal bertahan ratusan tahun lamanya. Kokoh dan megah. Sekelompok burung membuat cincin dengan terbang mengelilingi puncak. Memandang Taj Mahal seakan sedang bermimpi. Momen indah saat memasuki gerbang model persia yang tinggi langit-langitnya. Menatap sinar mentari dari balik Taj Mahal. Ramai orang membuat siluet dengan latar belakang Taj Mahal berkabut pada sore hari.

Amrish, Bellen, Caroline (ABC..he..he…he…(^_*)) dan Irfa menghabiskan waktu berjalan, menikmati semilir angin. Melihat wisatawan saling bergantian mengambil foto. Menyukai kolam artifisial dari depan gerbang hingga depan bangunan Taj Mahal. Menikmati sejuknya di dalam bangunan pualam tersebut. Mengagumi ukiran dan indahnya pualam. Kami sangat menyukai sungai Yamuna yang mengalir di samping bangunan. Dalam kabut dan sinar mentari, sungai ini mengalirkan airnya yang bening. Aku jadi tambah senang mendapat tempat di Yamuna Hostel. Sangat kebetulan (^_^). Taj Mahal seperti masjid, memiliki beberapa menara menjulang di sampingnya. Dalam Taj Mahal tersebut, Shah Jehan juga dimakamkan. 

Irfa dan Caroline sempat menikmati sisi lain Taj Mahal. Kami duduk bersama memandang taman. Mentari sore mengintip dari ranting pohon. Mereka menanam dan menata pepohonan dalam barisan rapi. Beberapa tanaman itu telah berbunga. Kami menikmati masa damai. Caroline mengambil fotoku dari belakang tanpa sepengetahuanku. Dia menunjukkan dan aku sangat senang hasilnya.

Beberapa info detail:
Ini dia info yang perlu turis tahu.  Nah di Agra ada berbagai situs sejarah selain Taj Mahal. Yang terkenal adalah Agra Fort, merupakan benteng megah, sangat dekat dengan Taj Mahal. Agak menjauhi Agra dalam dua jam perjalanan dengan oto, kita bisa mengunjungi Fatehpur Sikr, masjid agung. Kita tidak perlu membeli tiket untuk ke Radhaswami. Untuk ke Taj Mahal, turis manca perlu membayar 800 rupee. Untuk domestik dan pelajar hanya 25 rupee. Bagi pelajar di India, ingat untuk selalu bawa ID pelajarnya.

Kami meninggalkan Taj Mahal sekitar jam tujuh. Pukul tujuh di India, seperti pukul 5.30 di Indonesia. Masih sore. Irfa dan Amrish memutuskan untuk langsung kembali ke Delhi. Kami perlu beristirahat hari Minggunya untuk mempersiapkan aktivitas hari Senin. Kami mencarikan penginapan di sana. Kami bisa mencari penginapan sekitar Rs. 300 permalam untuk Bellen dan Caroline.

Untuk perjalanan ini, bisa menghabiskan 120 rupee PP tiket kereta, konsumsi 80 rupee untuk satu hari, 60 rupee untuk souvenir, 25 rupee untuk tiket masuk dan 200 rupee untuk transport lokal. Seluruhnya 485 rupee. Sekitar Rp. 121.250,00.

Perjalanan Wisata selanjutnya:
1.Membuat Sketsa di Nehru Park
2.Menikmati Agra Fort dan Lotus Temple
3.Bersama Bellen ke Chandi Chowk

Comments 1 Comment »

Buku harian keempat, 28 Juli 2008

Yamuna Hostel menyediakan dua surat kabar The Hindi dan Hindustani Times di depan Dining Hal. Keduanya berbahasa Inggris. Setiap jam sarapan, makan siang atau malam aku bisa membacanya. Seperti hari-hari sebelumnya, The Hindi banyak menampilkan iklan tender. Kebanyakan adalah tender untuk menyelesaikan proyek besar Metro Delhi. Metro Delhi merupakan transportasi murah dengan kereta api listrik. Sistem modelnya menggunakan sistem informasi canggih. Kabarnya, di Jakarta sekarang tengah dikembangkan sistem transportasi yang sama. Perusahaan India yang memenangkan tender tersebut atas Jepang.

Selain itu ada juga beberapa institusi dan universitas yang memasang tender. Sisa iklan yang lain adalah jual beli, lowongan kerja yang hanya beberapa, beberapa tawaran beasiswa, dan serunya ada juga iklan jodoh. Iklan-iklan tersebut memberikan salah satu gambaran mengenai upaya India untuk membangun.

  India dilihat dari ibu kotanya, New Delhi, memiliki kelemahan dalam  hal tata kota. Dalam beberapa hal mereka kurang teratur administrasi. Penduduknya tidak begitu memperhatikan estetika hunian. Untuk beberapa bagian kota Delhi seperti Inderlok serta bagian yang lebih utaranya, serta beberapa bagian di barat, apartemennya kotor. Di beberapa bagian masih ada perkampungan kumuh mirip seperti sampah. Secara umum bangunannya sederhana. Lebih indah di Surabaya dan Jakarta.

Pemerintahannya dikritik karena korupsi. Melalui salah satu survey yang dilakukan The Hindi, menyebutkan bahwa birokrasi pemerintah dapat mengumpulkan uang yang dapat membeli 10 mobil mercy dalam satu tahun dari pungutan liar terhadap penduduk miskin yang hanya menghabiskan kurang dari 10 rupee perharinya.

Keamanan domestik India mengkhawatirkan. Pada bulan Mei 2008, terjadi pemboman tempat umum di Bangalore. Bulan Juli ini terjadi pengeboman di Kalkuta. Sehari setelahnya terjadi pemboman di Ahmedabad. Tiga kota tersebut mewakili bagian selatan, timur, dan barat India. Menurut the Hindi, pembomban tersebut dilakukan oleh Indian Mujahidin. Beberapa pihak mengkaitkan IM dengan sekelompok SIMI yang ditangkap aparat pemerintah atas kerusuhan tahun 2002. Pihak kepolisian sebelumnya menengarahi dukungan dari kelompok Islam di Kashmir.

India banyak melakukan terobosan dalam kancah politik internasional. Pada agustus 2008, SAARC akan mengadakan kongres di Sri Lanka. Selama ini mereka telah mendorong migrasi bebas dengan membebaskan visa untuk transportasi antar kawasan. SAARC ini merupakan organisasi regional di kawasan asia Selatan yang terdiri dari India, Bangladesh, Nepal, Buthan, Sri Lanka, Maldives, dan Bhutan. Negara observernya antara lain UE, US, Korea, Jepang, RRC, Mauritius, Pakistan, dan Iran. Selain kebebasan bermigrasi, saat ini perkembangan mereka sudah sampai pada upaya untuk memerangi teroris. Dari pihak India sendiri, memberikan sejumlah beasiswa melalui GCSS maupun jalur khusus yang lebih mengistimewakan penduduk dari SAARC. Di India, kita dapat melihat saluran-saluran TV regional seperti dari Nepal dan lainnya.

Baru-baru ini mereka tengah melakukan perjanjian mengenai nuklir dengan US, perjanjian ini mirip seperti perjanjian mengenai nuklir yang ditandatangani oleh Cina dengan US. Meskipun demikian pada salah satu kesempatan temuwicara dengan mahasiswa, Rahul Gandhi, ketua kongress mengatakan India akan lebih memanfaatkan suply bahan nuklir dari Rusia, Prancis dan Cina. Nuklir ini akan digunakan India untuk membangun sampai proyeksi 30 – 40 tahun ke depan. Perjanjian ini mendapat kritik dari sejumlah kalangan karena seakan menjual kedaulatan India ke pihak lain.

Comments No Comments »

Manusia, masing-masing berupaya untuk melindungi diri sendiri
kadang proteksi itu bisa melindungi dari kebersamaan
membuat  terlalu nyaman berdiam dalam kamar dengan jendela dan pintu yang tertutup

kebersamaan membuat kenyamanan dan keamanan
asal kita ingat dimana kamar kita berada (he..he..he…)

sobat, aku sayaaaang kalian semua

jam 01.00

Kemarin ku baru kenal Sonja, cewek asal Korea Selatan. Dia dapat hostel yang sama dan ambil MA di Politik Internasional juga. Hari ini kami berdua ke Center kami (Center of International Studies) untuk melihat informasi mengenai jadwal kuliah. Kami juga mengambil empat mata kuliah yang sama.

Hari Senin, Irfa kuliah:
1.Teori HI jam 10.00 – 11.00
2.Analisis Perbandingan Politik jam 12.00 – 01.00 pm

Hari Selasa, Irfa kuliah:
1.Pemikiran Politik jam 11.00 am – 01.00 pm
2.Sistem Politik India jam 09.00 – 11.00

Rabu
1.Sistem Politik India jam 09.00 – 11.00
2.Teori HI jam 10.00 – 11.00

Kamis
Analisis Perbandingan Politik jam 12.00 – 01.00 pm

Jumat (paling sangar, coba liat jadwalku masa’ ga ada istirahatnya)
Sistem Pol India  09.00 – 10.00
Teori HI  10.00 – 11.00
Pemikiran Politik 11.00 – 12.00

07.00 habis jalan2 dengan Sunja dan lagi menunggu makan malam

So nice. I like India when it was rainy. So beautiful, so green, so wet and cold. We were walking by umbrella. We found Yoga Kendra Center. It just near by our hostels. They open from Monday until Friday. 06.00 – 07.00, noon, and also at afternoon (I forgot the exact time)
We will back at 06.00 on Monday. It will be good for us to practice Yoga before sunrise. I need Yoga for better balancing my emotion. Being in India, you need Yoga at most. We need a lot of patience here, especially if you are in deal with their formalities.

About JNU
We have Yoga Kendra to practice Yoga. We have stadium and a place to practice sport. We have shopping complex, twelve hostels for student, office branch for several Bank, good library with reading hall, all of them are nearby to my hostel. It is also nearby with Center of International Politics in School of International Studies building. My dreams come true. Those building are simple. No marble of course. But they are quite enough for me.
          
           Once a day in July 08

Comments No Comments »

<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

   25 Agustus 2008

    Hari ini pertamakali Mr Desai mengajar Hukum Internasional Law. Beliau agak tua. Wajahnya mengingatkanku pada Shah Rukh Khan. Whe..he….he…. Kemudian kuberimajinasi. Seandainya kalian yang di Indonesia, sekarang ada disini bersamaku. Aku langsung mengutarakan komentarku. Sayang kalian tidak disisiku sekarang. So, irfa jadi ingat lagunya Ebiet G. Ade. Aku nggak pandai berpuisi jadi kupinjam beberapa liriknya yang cukup mewakili perasaanku sekarang. 

oleh:
Ebiet
G. Ade

Kemanapun
aku pergi
Bayang bayangmu mengejar
Bersembunyi dimanapun
S’lalu
engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri

Ku tanya
pada siapa
Tak ada yang menjawab
Sebab semua peristiwa
Hanya
di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian


<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Berita Kepada
Kawan

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang,
engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya
kau saksikan
Di tanah Mahatma Gandhi (Seharusnya kering bebatuan,…kuganti)

<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Comments No Comments »

21 Juli 2008.

      Akhirnya tiba waktu untuk pindah dari asrama umum ke hostel putri milik JNU. Setelah beberapa saat menata baju dan barang lainnya dari koper ke lemari dan rak, membersihkan kamar, dan berjalan beberapa blok menuju kompleks pasar membeli kunci, serta menyelesaikan semuanya, aku berjalan untuk mencari informasi pendaftaran di gedung administrasi. Pendaftaran dibukan esok hari. Saat itu pukul 16.00, perut ini minta diisi. Pagi tadi sudah sarapan kentang goreng, salad

India

dengan kopi. Jadi kuputuskan untuk makan sore di kantin perpustakaan. Kantin di sini relatif lebih murah. Di tempat umum seperti daerah dekat kantor ICCR di Indraprastha harganya bisa 2 kali lipat.

Di Connought Place

, pusatnya bisnis dan turis, harga makanannya bisa empat kali lipat untuk kualitas yang sama.

      Jam 4 sore, kantin sepi. Dengan santai kupilih menu. Kertas informasi menu di sini amat sederhana. Ya ampun. Mereka tidak memiliki papan maupun brosur menu yang terpajang seperti di universitasku terdahulu. Yang mereka miliki hanyalah dua lembar kertas A4 dan mereka tulis rincian menu dan harga dengan bolpoin. Betapa sederhananya. Hari ini semakin kusadari betapa sederhananya cara hidup mereka. Kupilih butter toast. Kasir terkaget dan bertanya, Butter Toast bas!!!!???  dengan yakin kujawab, Yess.!!!  Kemarin pas di asrama umum alias asrama satu kamar untuk 10 orang, Zhannar dari Kazakstan merekomendasikanku untuk makan butter egg butter… something. Kupikir butter toast adalah sesuatu terbuat dari telur yang didadar dan di roll. Lezat. Butter toast di sini hanya 5 rupee. Banyak makanan murah di sini. Sipp lah. Sistem pembeliannya, pertama yang perlu pembeli lakukan adalah memilih menu dan membayarnya di kasir. Kasir akan menulis pesanan kita pada secarik kertas. Secarik kertas yang kumaksud benar-benar secarik, hanya sekitar 4 X 5 CM. he..he..he.. Pembeli mengambil kertas tersebut dan memberikannya ke koki.

      Aku melakukan prosedur itu dan berdiri menunggu beberapa lama. Pembeli lainnya menyerahkan kertas tersebut dan mencari tempat. Bila pesanan mereka telah siap, koki berteriak menyebut menu pesanan. Tahu aku dapat apa? Untuk 5 rupee adalah roti panggang mentega. 1 Rupee sekitar Rp. 250  Whe…he..he.. Gilaa ….iniliah akibat menu pesanan gak karuan. Nama masakan mereka Masala Dosa (masa mereka makan ‘dosa’?) , Egg Slice (roti bakar dan telur dadar), Dal, dan banyak nama

India

. Meneketehek segala makanan itu?

      Sempat mulutku melongo. Ya sudahlah. Apa mau di kata. Segera kuhabiskan saja. Perutku masih lapar, jadi aku pesan lagi. Ya ampuunnn jam 4.30 an pembeli lainnya pada datang. Kantin rame banget. Jadi kucatat dalam hati, lain kali aku harus datang sekitar

3.30 p.m.

Kalau mau kondisi sepi. Nah aku pesan yang kira-kira aku tahu bahan dan bentuknya. Jadi aku pesan Egg Slice, teh, dan nasi. Kasir sempat melongo heran (lagi!), kok aku cuma pesan roti. Dia tanya,  Only rice?!!!!!???? .

      Habis aku beberapa hari yang lalu sempat pesan Dal atau apa…..

Rice di Angel Feast di Connaught Place

. Dan yang kudapatkan adalah roti dengan sejenis lodeh isi kedelai atau sejenis kacang-kacangan. Agak pedas dan semuanya ditumpahruahkan ke nasi. Whuih,….. kapok deh.

      Nah yang kudapatkan teh

jamaica

, alias teh susu, roti bakar telur dadar dan nasi putih. Semuanya 14 rupee 50 sen. Its oke. Aku minta ‘duduh’. Koki memberi sedikit. Cukuplah. Jadi kumakan nasi dengan ‘duduh’ yang nggak tahu apa itu, dan telur dadar. Di sini tidak ada kerupuk. Rotinya kumakan dengan teh. Hmmm,…lumayan seperti di negeri sendiri. Kenyang deh.

      Banyak yang ingin kuceritakan lagi tentang hari ini. Tentang sedikit rasa sedih berpisah dari Zhannar, Sajidah, Marta, dan Moru. Mereka dari

Kazakstan

,

Iran

, Polandia, dan

Tajikistan

. Kami berbagi kamar tidur dan mandi. Dan cerita. Terakhir tadi malam di

sana

, kami kerjabakti membersihkan kamar mandi jam 8.30 an malam. Kemudian mandi dan menghabiskan waktu di atap sampai jam 12 malam. Kami bersama bercerita dan mendendangkan lagu atau lebih tepatnya berteriak. Karena suara kami hanya beberapa saja yang bagus. He..he..he.. Aku berteriak seakan-akan menyanyi. Tapi, Hey! Ngapain takut? Toh cuma kami, orang-orang perantauan dari negeri seberang, di atap, sepi, dan deru kendaraan serta mesin menenggelamkan suara kami.

      Aku ingin segera membeli sim card untuk HP CDMA ku. Tadi sempat di antar oleh seorang pemuda lokal. Dia ramah. Sayangnya tempat yang dia tunjukkan tidak menjual sim card CDMA. Ya udahlah bisa esok hari. Sekalian aku pergi ke ICCR di Indraprastha.

      Ya ampun,,..perutku melilit mulas lagi. Pengin segera ke kamar mandi. Wait! Nanggung nih ceritanya. Beberapa menit lagi bisa tahan ah.

      

Yap

, kulanjutkan ceritanya. Aku pengin segera beli sim card, setelah itu mengabari keluargaku nun jauh di

sana

. Aku kangen kakakku yang kedua. Mbak Fenti. Aku juga pengin segera mengabari teman-temanku di asrama.

      Setelah gagal membeli sim card, aku berbalik ke hostel Yamuna. Hostel keren nan indah itu. Whue,..he..he…he… Sumpah. Memang keadaannya sederhana. Dindingnya dari batu bata merah. Namun mereka membuatnya sederhana sehingga bata merahnya masih terlihat. Dan justru itulah keindahannya. Unik. Pokokknya seperti candi deh. he..he…he.. Satu impianku terwujud.

      Dulu pas mengikuti malam keakraban HI angkatan 2003, aku melewati hutan Cuban Rondo nan hijau segar . Sempat ku berkata kepada teman se tim. Saat itu aku sekelompok dengan Bayu Seta, dan,..Wisnu kalau ga salah dan sapa aja ya,.. Nah aku bilang ke mereka, bahwa aku ingin tinggal di daerah pegunungan yang siap dengan segala fasilitas perkotaan. Bertahun-tahun lamanya aku hidup dengan mimpi yang sama. Tinggal di daerah hijau seperti hutan atau pegunungan, dengan jendela menghadap pemandangan. Keinginan itu semakin kuat tiap kali aku pulang ke Blitar dan bertandang ke rumah kakaku yang pertama. Kondisinya hijau segar alami, menghadap ke persawahan.

      Di sini, aku mendapat Hostel Yamuna. Satu kamar untuk satu orang. Jendela menghadap ke taman teras depan. Aku bisa melihat bunga-bunga mawar dan melihat pepohonan hijau. Dan aman, karena tempatku ini dekat dan terlihat dari kantor satpam. Kamarku juga dekat dengan Common Room, artinya aku tidak kesepian karena masih bisa mendengar gemerisik orang. Dekat juga dengan dapur dan tempat mengambil minum. Agak jauh dari kamar mandi. It’s better, karena aku ga suka dekat dengan kamar mandi. Hostel ini juga dekat dengan kantor administrasi tempat pendaftaran, perpustakaan, center of International Politics tempatku kuliah. Dengan jalan belakang, hostel ini juga dekat dengan pasar serta tempat transportasi Bus 615. Sipppppp!!!!!!!! Dan tahu hanya berapa aku bayar (pake uang ICCR lagi, bukan uangk,…) cuma 575 rupee untuk satu minggu!!!! Di sini jumlah itu termasuk murah karena asrama di sini rata-rata 150 Rs (Rupee) 1 kamar untuk 4 sampai puluhan orang. My dreams come trueee!!!!!!!!!!!!!

      

Udah mandi nih,… seger….

      Whaahhhh jam 7 atau jam 8 malam kalau lihat kondisinya. Whuiihhh. Indah. Aku masi bisa lihat taman. Whmmmm…. segar hawanya. Lain. Seperti bukan

Delhi

yang biasa kukenal. Seperti di bagian lain dunia. Seperti di surga. Lampu-lampu taman redup menyala. Mawarnya menjadi merah muda dan putih. Sesekali cecuit burung mencicit. Damai. Jarang terdengar deru kendaraan. Whaaaahhh serasa surga. Di tengah hiruk pikuk panas kotornya

Delhi

,… ada surga di bagian selatan

Delhi

.

Jam 10 malam

            

            whmm…. Jujur, tidak semua sempurna. Aku kurang suka makanannya. Aneh. Aku akan coba cari cara untuk dapat beli makanan di luar saja. Untuk menu makan malam saja, mereka ada sayur terong bumbu

India

. Aku kurang suka. Rotinya alot. Terus pas kucoba datang di common room buat liat TV, orang lain mencet saluran sesukanya. Parahnya, cewek

India

itu sempat memilih saluran film jadul banget. Seperti mau cari gara-gara. Awas lu. Kalau aku yang pegang remotnya duluan, bakal aku pilih HBO, Star Movie atau News Channel. Awas kalao minta, Whuekkksss,….muakk rasanya. Sudah cukup liat sine Indonesia atau film India di Indonesia. Sumprit bikin pusing.

Jam 10.00 sisi baiknya,

            Pas kembali ke kamar, Aku masih menempati ruang yang sama. Jadi ingat lagu favorit Marta. Thanks God with the view. Aku bisa lihat pesawat terbang. he..he..he.. JNU deket dengan bandara domestik maupun internasional sih. Pas jendelaku juga menghadap ke bandara. Jadi sewaktu-waktu pesawatnya landing atau lepas landas pasti terlihat. Tamannya tetap indah. Mata ini jadi makin terbiasa melihat mawar. Tadi pas jalan ke dining hal (tempat makan) dari samping, juga sempat melihat taman bunga di mana-mana. Jadi ingat impianku lagi sewaktu di kaliandra. Kaliandra itu tempat HI2003 mengorganisasi MK HI 2004. tempatnya indah. Pas itu aku juga sempat berdoa supaya mendapat hunian yang mirip seperti di kaliandra. Bersih, penuh taman bunga. Memang aku belum menemukan kolam bunga seperti di kaliandra. Tetapi material bangunannya nggak kalah unik dengan kaliandra. Satu lagi impianku terwujud. Tanpa makanan dan sine

India

yang norak, semuanya baik-baik saja. Oh ya, aku bisa baca koran Hindustani times dan Hindi. Sip.

Comments 3 Comments »